| Home | | Galerry Foto | | Artikel Lepas | | Berita Tp Jahil | | Sekilas Info | | Apresiasi Seni | | Tempo Doeloe |

      Sunday, June 11, 2006

      Tim Tango Lolos dari Lubang Jarum

      Sebagai tim debutan di PD 2006, penampilan Pantai Gading sangat menjanjikan.Begitu kick-off babak pertama, Argentina yang menyimpan bintang mudanya, Lionel Messi, di bangku cadangan, dikejutkan dengan gaya agresif pasukan Henri Michel. Boleh dikata, selama 10 menit pertama Pantai Gading mampu mengendalikan jalannya pertandingan.

      Namun, setelah Riquelme mulai in-form, perlahan tapi pasti penampilan Tim Tango membaik. Bahkan, di menit ke-15, seharusnya Argentina sudah unggul ketika sundulan Roberto Ayala memanfaatkan tendangan sudut Riquelme, lepas dari tangkapan kiper Pantai Gading, Jean-Jacques Tizie, membentur mistar dan terlihat melintasi garis gawang sebelum ditangkap kembali oleh Tizie. Sayang, wasit Frank De Bleeckere asal Belgia tidak menganggap telah terjadi gol.

      Meski dirugikan, Juan Pablo Sorin dkk tidak terpengaruh dengan keputusan tersebut. Hasilnya, mereka petik di menit ke-24. Tendangan bebas Riquelme tidak mampu dihalau barisan lini belakang Pantai Gading yang dikoordinir bek tengah Arsenal, Kolo Toure. Bola liar di depan gawang mampu dimnafaatkan secara jitu oleh Crespo.

      Tertinggal 0-1 membuat Pantai Gading lebih agresif dalam melakukan penyerangan. Dengan menampilkan aksi dribel dan sentuhan satu-dua antar pemain, penampilan tim debutan dari Afrika layak disebut sebagai kuda hitam PD 2006. Tapi, ketika sedang asyik-asyiknya melakukan serangan, di menit ke-38, sebuah passing cerdas dari Riquelme mampu dimanfaatkan Javier Saviola yang lolos dari jebakan offside. Upaya Tizie keluar dari sarangnya untuk mempersempit ruang tembak sia-sia ketika Saviola mencocor bola melewati kakinya. 2-0 untuk Tim Tango.

      Di babak kedua, Didier Drogba dkk semakin meningkatkan intensitas penyerangannya. Sebaliknya, Argentina mencoba mengendalikan pertandingan dengan memperlambat tempo permainan. Riquelme dkk mencoba melakukan possesion football.

      Di menit ke-71, Pantai Gading memperoleh peluang emas. Sayang umpan Didier Drogba yang lepas dari kawalan Gabriel Heinze gagal dimanfaatkan striker pengganti Bakary Kone. Meskipun telah berdiri bebas, tendangan Kone melambung jauh di atas mistar gawang Abbondanzieri.

      Sekitar 15 menit menjelang bubaran, Argentina tampak ingin mengamankan keunggulan setelah Pekerman memasukkan gelandang Luis Gonzalez dan menarik keluar Saviola. Michel pun menjawab dengan memainkan striker ketiganya, Arouna Kone yang menggantikan midifielder Kader Keita.

      Upaya Pantai Gading mulai menemukan hasil di menit ke-82, ketika Didier Drogba menjebol gawang Abbondanzieri memanfaatkan sodoran Aruna Dindane. Dua menit kemudian, Argentina sebenarnya punya peluang memperbesar keunggulan andaikata Maxi Rodriguez tidak berada dalam posisi offside ketika mendapat bola rebound dari Tizie.

      Sampai pertandingan usai, upaya Pantai Gading untuk mengejar ketertinggalan menemui jalan buntu. Kedudukan tetap tidak berubah 2-1 untuk keunggulan Argentina. Dengan kemenangan ini, peluang pasukan Jose Pekerman untuk melangkah ke babak 16 besar semakin terbuka lebar. (www.liputanbola.com)

      0 Comments:

      Post a Comment

      << Home